Jumat, 24 Juni 2016

TELELOVE. Bagian 30

PUTRI. 11.

PUTRI TIDUR





“Haaa..?” tiga hari?!
            “Kamu masih ingat kejadian sebelumnya? Kamu bilang akan menungguku di kios itu.”
            Tiba-tiba aku ingat mimpiku yang kacau. Menyelinap rasa takutku. Kuraba bagian perutku, ada rasa ngilu.
            “Ah, sudahlah. Yang penting kini kau aman.” Pak Jan melirik monitor jantungku. Alisnya terangkat. Dia tersenyum misterius. manis
            “Kurasa kau begitu kacau, tapi kau cukup sehat untuk pulang.”
            “Phhuuullaagh?”
            “Ya, ke rumahku.”
            “Ke whuummaah fbaaphaa?”
            “Ibu Ratija begitu memercayaiku untuk menjadi ‘wali’mu. Sementara.”
            “Khheeenaphhaaa?”
            “Karena Kelompok Kupu-kupu  masih mencarimu.”
            “Shuulik? Huunthuug haaphhaaff?”
            “Aku tak tahu. Mungkin karena mereka baru tahu, kamu adalah incaran yang salah (tak berharga).”
            “Ha?”
            “Bersyukurlah, kau selamat dan  ‘utuh’” Pak Jan menepuk pipiku. Kurasakan darah ku mengaliri wajah. Wajahku pasti memerah.
            Oh! Memangnya sudah berapa lama kita berkenalan? Kenapa kita merasa sedekat ini? KITA? Ah, mungkin hanya perasaannku saja. Jangan-jangan menepuk pipi adalah salah satu sakit sarapnya. Mungkin dia biasa menepuk kucing, berhubung tidak ada kucing jadi....
            Dia tersenyum. Dia pasti menikmati permainan baru setelah  tahu aku tersipu. Ya Tuhan, aku tersipu...?

***




BERSAMBUNG.....

Tidak ada komentar:

Translator: